Search This Blog

Saturday, December 14, 2013

MEMULIAKAN WANITA

Dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah. Wanita dalam beragam
kebudayaan dan persepsi sebelum Islam ibarat sayap yang patah, tidak memiliki kehormatan, hak-haknya
dirampas, dan dianggap sebagai barang murahan jika sudah tidak layak jual. Astaghfirullah.
Islam datang, salah satunya, membawa misi memuliakan kaum wanita, mengembalikan kehormatan,
kedudukan, dan kemanusiaannya. Selain itu, wanita adalah sebagai mitra bagi kaum pria dalam membangun
peradaban dunia.
Di antara bentuk-bentuk pemuliaan Islam terhadap wanita itu adalah, pertama, persamaan yang sempurna
dalam hal pembentukan, kesatuan makhluk, pengadaan, asal, dan tempat tumbuh bersama kaum pria. (QS An-
Nisa’ [4]: 1).
Kedua, wanita menyamai pria dalam taklif syariat, dan penerapan keimanan, kecuali dalam hal-hal yang
khusus bagi wanita mengingat karakter dan penciptaannya. (QS An-Nisa’ [4]: 124).
Ketiga, investasi pahala dalam mengurus wanita. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barangsiapa mengurus
dua anak gadis sehingga keduanya berakal, maka aku dan ia akan masuk surga seperti dua jari ini.” (Shahih
Jami’).
Keempat, wanita memiliki hak sebagaimana suami memiliki hak atasnya. (QS Al-Baqarah [2]: 228). Kelima,
haram menuduh wanita Muslimah melakukan perzinaan. (QS An-Nur [24]: 4).
Keenam, kebebasan wanita memilih calon suami apabila sekufu (sebanding) dengannya. (HR Bukhari). Ketujuh,
mahar itu adalah hak wanita. (QS An-Nisa’ [4]: 4). Kedelapan, seruan mengajarkan kepada wanita hal-hal
yang bermanfaat baginya. (HR Bukhari).
Kesembilan, wanita berhak untuk berkarya. (QS An-Nisa’ [4]: 32). Kesepuluh, perintah untuk berhijab dan
menutup aurat. Islam memuliakan kaum wanita, dan mewajibkan atasnya hijab guna menjaganya dari
keburukan dan penglihatan manusia, serta memelihara masyarakat dari auratnya.
Dalam riwayat Aisyah RA, bahwasannya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah SAW dengan
pakaian tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita
sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, sambil beliau menunjuk
wajah dan telapak tangan.” (HR Abu Dawud dan Baihaki).
Semoga Allah membimbing kita, para istri dan anak putri kita, tumbuh berkembang menjadi wanita-wanita
yang salihah..... Aamiin.

Friday, December 13, 2013

MANAJEMEN PENGNDALIAN DIRI

Pada suatu hari Khalid bin al-Walid, Bilal bin Rabah, Abu Dzarr al-Ghifari, dan Abdurrahman bin 'Auf
berdiskusi mengenai strategi perang.
Diskusi yang tidak dihadiri Nabi Muhammad SAW ini meruncing, karena masing-masing tidak dapat
mengendalikan diri, saling emosi dan ngotot mempertahankan pendapatnya. Usulan Abu Dzarr dinilai salah
oleh Bilal.
Abu Dzarr tidak terima dan menyatakan: " Hai Negro, engkau telah berani menyalahkan pendapatku! ". Bilal pun
marah dan bersumpah akan mengadukan penghinaan Abu Dzarr itu kepada Nabi SAW.
Bilal kemudian meninggalkan tempat menuju rumah Nabi SAW. “Wahai Rasulullah, aku baru saja menerima
perlakuan diskrimitif dari Abu Dzarr. Aku dibilang negro, ” tutur Bilal kepada Nabi SAW. Seketika wajah Nabi
SAW tampak memerah mendengar pengaduan itu.
Berita pengaduan ini pun akhirnya sampai kepada Abu Dzarr, sehingga ia bergegas menemui Nabi SAW di
masjid Nabawi. " Wahai Abu Dzarr, engkau telah melakukan diskriminasi dengan menghina ibunya (Bilal).
Sungguh dalam dirimu masih tertanam sifat jahiliyah, " kata Nabi kepadanya.
Mendengar nasehat Nabi SAW tersebut Abu Dzarr menangis, dan memohon kepada Nabi SAW agar memintakan
ampun kepada Allah SWT. Ia menyesali tindakan diskriminatifnya. Ia berjanji di hadapan Nabi SAW untuk tidak
mengulanginya, dan segera memohon maaf kepada Bilal.
Setelah itu, Abu Dzarr keluar dari masjid menemui Bilal sambil merangkak menempelkan pipinya di tanah.
" Wahai Bilal, aku tidak akan mengangkat pipiku sebelum aku mencium kakimu. Engkau sungguh mulia, akulah
orang yang terhina, " seru Abu Dzarr sambil sesunggukan.
Melihat sikap penyesalan Abu Dzarr, Bilal pun menitikkan air mata, lalu mengulurkan tangannya kepada tangan
Abu Dzarr agar berdiri. Keduanya kemudian berpelukan dan saling menangis: menyesali apa yang telah terjadi.
Kisah tersebut sarat dengan pesan moral mengenai pentingnya manajemen pengendalian diri, terutama
berinteraksi dengan sesama dan dalam situasi penuh perbedaan pendapat.
Sebab, jika tidak dikelola dan dikendalikan dengan baik, seseorang akan mudah marah. Marah yang berlebihan
dapat menyebabkan kehilangan akal sehat dan cenderung bertindak bodoh: menghina, diskriminasi, caci maki,
anarki, dan sebagainya.
Karena itu, ketika ada seseorang menemui dan meminta wasiatnya, Nabi SAW menyatakan: " Janganlah engkau
marah ". Orang itu mengulangi lagi permintaannya sampai beberapa kali, Nabi SAW tetap menjawab sama:
" Jangan marah! " (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Ketidakmampuan mengendalikan diri berupa kemarahan itu ibarat bara api yang menyala dalam hati. Jika tidak
dipadamkan, maka bara itu akan membakar dan menjerumuskan orang yang marah itu dalam kenistaan dan
kehinaan.
Manajemen pengendalian diri dapat diaktualisasikan dengan beberapa tuntutan Nabi SAW berikut. Pertama,
ketika mulai emosi dalam menghadapi suatu masalah atau kondisi, ucapkanlah a'udzu billahi minasy
syaithanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk) .
Kedua, sabda Nabi SAW: " Apabila salah seorang di antara kamu marah, segeralah berwudhu karena marah itu
ibarat api ." (HR Abu Daud). " Marah itu karena setan, sedangkan setan itu diciptakan dari api. Api hanya bisa
dipadamkan dengan air. Karena itu, jika engkau marah, berwudhulah." (HR Abu Daud).
Ketiga, menurut riwayat Abu Hurairah, jika Nabi SAW marah dalam posisi berdiri, beliau lalu duduk. Ketika
marah dalam posisi duduk, beliau kemudian berbaring, maka hilanglah marahnya. " (HR. Ahmad dan at-
Turmudzi).
Keempat, seperti dilakukan oleh Abu Dzarr, segerahlah beristighfar kepada Allah dan memohon maaf kepada
yang dimarahi atau dihina, agar bara emosi itu padam, dan pengendalian diri menjadi lebih stabil, tenang, dan
menjadi pribadi yang menyenangkan.
Kelima, pembiasaan puasa sunnah untuk lebih dapat mengendalikan diri, menstabilkan emosi, dan meredam
gejolak nafsu amarah yang berlebihan. Karena puasa merupakan salah satu solusi pengendalian diri yang
paling efektif. Wallahu a’lam bish-shawab!

Thursday, July 18, 2013

Fadilah Tarawih


Fadhilah Shalat Tarawih Dari Sayyidna Ali bin Abu Thalib, ia berkata,” Nabi Saw ditanya mengenai fadilah shalat Tarawih dalam bulan Ramadhan. Lalu beliau menjawab, yaitu,": Awal malam Ramadhan, orang mukmin diampuni dosanya, bersih seperti bayi lahir dari kandungan ibunya. Malam kedua, ia diampuni dosanya dan kedua orang tuanya yang mukmin. Malam ketiga, malaikat memanggil dari bawah “Arasy, berseru,”Segeralah kamu beramal, Allah mengampuni dosa-dosamu terdahulu terdahulu.” Malam keempat, diberi pahala sebanyak pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al Quran. Malam kelima, diberi pahala sebanyak pahala shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. Malam keenam, diberi pahala sebanyak pahala thawaf di Baitul Makmur, setiap batu-batuan dan tanah liat beristighfar untuknya. Malam ketujuh, seolah-olah bertemu Nabi Musa berjuang bersama melawan Fir’aun dan Haman. Malam kedelapan, diberi segala yang telah diterima Nabi Ibrahim AS. Malam kesembilan, seolah-olah ia beribadah yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad Saw. Malam kesepuluh, Allah memberinya kebaikan dunia dan akhirat. Malam kesebelas, ia bakal meninggal dunia bersih dari segala dosa, seperti bayi baru lahir dari kandungan ibunya. Malam keduabelas, kelak wajahnya bercahaya seperti bulan purnama di hari kiamat. Malam ketigabelas, kelak di hari kiamat aman dari segala kejahatan. Malam keempatbelas, dibebaskan dari hisab, para malaikat memberi kesaksian atas ibadah shalat Tarawihnya. Malam kelimabelas, bershalawatlah kepadanya segenap malaikat, penanggung ‘Arasy dan Kursi. Malam keenambelas, dibebaskan dari siksa api neraka, dan bebas pula masuk Surga. Malam ketujuhbelas, diberi pahala seperti yang diterima para Nabi. Malam kedelapanbelas, malaikat memanggilnya,”Ya hamba Allah, engkau dan kedua bapak-ibumu telah diridhai oleh Allah Swt. Malam kesembilanbelas, derajatnya ditinggikan di Surga Firdaus. Malam keduapuluh, diberi pahala syuhada dan shalihin. Malam keduapuluhsatu, dibangunkan sebuah gedung nur di Surga. Malam keduapuluhdua, kelak di hari kiamat aman dari bencana yang menyedihkan dan menggelisahkan. Malam keduapuluhtiga, dibangunkan sebuah kota di Surga. Malam keduapuluhempat, doa yang dipanjatkan sebanyak 24 doa dikabulkan. Malam keduapuluhlima, dibebaskan dari siksa kubur. Malam keduapuluhenam, pahala baginya ditingkatkan selama 40 tahun. Malam keduapuluhtujuh, melintasi Shirat bagai kilat menyambar. Malam keduapuluhdelapan, ditinggikan derajatnya 1000 tingkat di Surga. Malam keduapuluhsembilan, diberi pahala sebanyak 1000 haji mabrur. Malam ketigapuluh, diseru Allah dengan firman-Nya,”Ya hamba-Ku, silahkan makan buah-buahan Surga, silahkan mandi air Salsabil, dan minumlah dari telaga Kautsar, Akulah Tuhan-mu dan kamu adalah hamba-Ku.

Wednesday, June 5, 2013

TENTANG TANGGAL 1 JUNI


Rangkuman dari tweetny Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 1. Saya ingin mentweet tentang tanggal 1 Juni, karena hari ini adalah tanggal 1 Juni 2013. 2. Sebagian orang menyebut tanggal 1 Juni adalah Hari Lahirnya Pancasila, yg sekarang sebagian orang menyebutnya dg istilah Hari Pancasila. 3. Pancasila adalah landasan falsafah negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya alinea ke 4. 4. Sy lebih suka menyebut Pancasila sebagai "landasan falsafah negara" bukan dasar negara atau ideologi sebgaimana sering kita dengar. 5 istilah landasan falsafah negara itu bagi saya lebih sesuai dengan apa yg ditanyakan Ketua BPUPKI dr. Radjiman Wedyodiningrat. 6. Diawal sidang, Radjiman berkata, sebentar lg kt akan merdeka. Apakah filosofische grondslag indonesia merdeka nanti ?. 7. Radjiman tdk bertanya tentang ideologi negara atau dasar negara. Dia bertanya filosofische gronslag atau landasan falsafah negara. 8. Bagi saya ucapan Radjiman itu benar. Landasan falsafah adalah sesuatu rumusan yg mendasar, filosofis dan universal. 9. Beda dg ideologi yg bersifat eksplisit yg digunakan oleh suatu gerakan politik, yg berisi basis perjuangan, program dan cara mencapainya. 10. Landasan falsafah negara haruslah merupakan kesepakatan bersama dari semua aliran politik ketika mereka mendirikan sebuah negara. 11. Karena itu landasan falsafah negara harus menjadi titik temu atau common platform dari semua aliran politik yg ada di dalam negara itu. 12. Ada beberapa tokoh yg menanggapi pertanyaan Radjiman. Mereka menyampaikan gagasan ttg apa landasan falsafah negara Indonesia merdeka itu. 13. Supomo, Hatta, Sukarno, Agus Salim, Kiyai Masykur, Sukiman adalah diantara tokoh2 yg memberi tanggapan atas pertanyaan Radjiman. 14. Sukarno adlh pembicara terakhir yg menyampaikan tanggapannya pd 1 Juni 1945. Dia mengusulkan 5 asas utk dijadikan sbg landasan falsafah#. 15. Sukarno menyebut 5 asas yg diusulkannya itu sbg Pancasila. 16. Setelah semua tanggapan diberikan, Supomo berkata bhw dalam BPUPKI itu terdapat 2 golongan, yakni golongan kebangsaan dan golongan Islam. 17. Golongan Islam, kata Supomo, menghendak Indonesia merdeka berdsarkan Islam. 18. Sebaliknya golongan kebangsaan menghendaki negara persatuan nasional yg memisahkan antara agama dengan negara. 19. Setelah itu dibentuklah Panitia 9 untuk merumuskan landasan falsafah negara berdasarkan semua masukan yg diberikan para tokoh. 20. Kesembilan tokoh itu adlh Sukarno, Hatta, Ki Bagus, Agus Salim, Subardjo, Kahar Muzakkir, Wahid Hasyim, Maramis dan Yamin. 21 Sembilan tokoh itu, 4 mewakili Gol Kebangsaan, 4 mewakili Gol Islam, dan 1 mewakili Gol Kristen. 22 sembilan tokoh ini merumuskan naskah proklamasi yg sekaligus akan menjadi Pembukaan UUD. Naskah tsb disepakati pd tgl 22 Juni 1945. 23. Yamin menyebut naskah itu "Piagam Jakarta" yg berisi gentlemen agreement seluruh aliran politik di tanah air. 24. Dengan Piagam Jakarta kompromi tercapai, Indonesia tdk berdasarkan Islam, tp jg tdk berdasarkan sekularisme yg pisahkan agama dg negara. 25. Dlm Piagam Jakarta itulah utk pertama kalinya kt temukan rumusan Pancasila sbg landasan falsafah negara yg disepakati semua aliran. 26 Ketika proklamasi, naskah Piagam Jakarta tdk jadi dibacakan sbg teks proklamasi. Teks baru dirumuskan malam tgl 16 agustus. 27 Teks batu proklamasi yg dibacakan tgl 17 agustus adalah teks yg kita kenal sekarang "Kami bangsa Indonesia.." dst. 28 Namun naskah Piagam Jakarta disepakati akan menjadi Pembukaan UUD yg disahkan tgl 18 Agustus 45. 29 Sblm disahkan, Sukarno dan Hatta minta tokoh2 Islam setuju kata Ketuhananan dg kwjiban menjalankan syari'at Islam bg pemeluk2nya dihapus. Dirangkum by Amin Nurdiana