Search This Blog

Saturday, May 23, 2015

Ada 6 Perkara Yang Dirahasikan Allah Swt


Menurut Umar bin Khathab RA ada enam perkara yang dirahasiakan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya. Tentu, ada alasannya. Antara lain, agar hamba-Nya bersungguh-sungguh dalam mendapatkannya.

Umar bin Khathab RA berkata, “Sesungguhnya, Allah merahasiakan enam perkara di balik enam perkara.” Pertama, Allah merahasiakan ridha-Nya di balik ketaatan hamba-Nya. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada-Nya. Dengan begitu, hamba-Nya tidak akan mengesampingkan ketaatan kepada-Nya walaupun tampaknya sederhana. Sebab, boleh jadi di balik ketaatan yang tampaknya sederhana itulah terdapat ridha-Nya.

Kedua, Allah merahasiakan murka-Nya terhadap hamba-Nya yang “berani” melakukan kemaksiatan. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh menjauhi kemaksiatan. Dengan begitu, hamba-Nya tidak akan menyepelekan kemaksiatan dalam segala bentuknya, kendati tampaknya sederhana. Sebab, boleh jadi di balik kemaksiatan yang tampaknya sederhana itulah terdapat murka-Nya.

Ketiga, Allah merahasiakan kapan datangnya malam kemuliaan (lailatul qadar). Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh beribadat sepanjang bulan suci Ramadhan. Seperti dijelaskan dalam firman-Nya, lailatul qadar itu lebih baik dibandingkan seribu bulan. Allah berfirman, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS al-Qadr [97] : 3). Ambil contoh, sebagaimana dinyatakan dalam sabda Rasulullah SAW, pahala (amalan) sunah di dalamnya ditingkatkan menjadi setara dengan pahala (amalan) wajib.

Keempat, Allah merahasiakan wali-Nya terhadap hamba-Nya. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya tidak merendahkan derajatnya. Selain itu, agar hamba-Nya tidak meminta didoakan oleh mereka. Dengan begitu, hamba-Nya akan bersungguh-sungguh menghormati setiap hamba-Nya dengan tidak meremehkannya. Sebab, boleh jadi orang yang diremehkan itu adalah wali-Nya.

Kelima, Allah merahasiakan datangnya ajal (kematian) di balik umur hamba-Nya. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya mempersiapkan diri dengan baik sepanjang hayatnya untuk menyambut kedatangannya. Sebab, sejatinya kematian itu bisa datang secara tiba-tiba.

Keenam, Allah merahasiakan datangnya waktu shalat Wustha. Hal tersebut dimaksudkan agar hamba-Nya bersungguh-sungguh mengikhtiarkannya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya, shalat Wustha merupakan shalat paling utama di antara shalat lima waktu.

Allah berfirman, “Peliharalah segala shalat (kalian) dan (peliharalah pula) shalat Wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalat kalian) dengan khusyuk.’” (QS al-Baqarah [2] : 238). Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud shalat Wustha (shalat yang di tengah-tengah) adalah shalat Ashar. Tetapi, yang tahu persis hanya Allah.

Selain merahasiakan enam perkara tersebut, Allah juga merahasiakan saat (momen) paling mustajab pada Jumat. Hamba-Nya yang berdoa tepat pada saat paling mustajab itu pasti akan dikabulkan oleh-Nya. Dengan begitu, hamba-Nya akan bersungguh-sungguh mendapatkannya sepanjang Jumat. Ada yang berpendapat, saat paling mustajab pada Jumat adalah waktu Ashar. Akan tetapi, yang tahu persis hanya Allah. Wallaahu ‘Alam.

Friday, April 3, 2015

Kajian Perlunya Pembatasan Cinta Dunia


Dunia hanya tempat persinggahan singkat umat manusia sebelum menuju alam kubur dan menunggu hari pengadilan. Di alam kubur, kita akan tahu tempat yang akan diberikan kepada kita kelak pada saat hari kiamat tiba.

Penantian di alam kubur ini yang sangat menyakitkan, sebab bergantung pada apa yang dilakukan di dunia. Pada saat di alam kubur, tak luput kemungkinan kuburan terasa sempit dan mendapatkan siksaan. Meski demikian, kita belum takut dengan tindakan kita yang menambah dosa.

Untuk mengingatkan akan kematian dan menambah kuatnya nilai iman maka sangat perlu mendatangi orang yang meninggal dan berziarah ke makam. Terkadang, ini yang tidak diketahui.

Kerap kali, kuburan atau ziarah ke alam kubur dianggap sebatas berkunjung dan tidak menambah nilai iman. Ada juga yang menggunakan kuburan untuk mendapatkan rezeki, jodoh, dan lain sebagainya. Ada juga yang menganggap dengan datang ke kuburan justru mendapatkan wangsit pada malam harinya.

Ini perilaku zalim pada umat kita yang menyebabkan rendahnya nilai iman itu. Satu hal yang membuat manusia terus melupakan ibadah karena tidak bisa melawan nafsu sehingga berlebihan dalam mencintai dunia.

Manusia yang mengejar dunia secara terus menerus tanpa memikirkan akhirat mengakibatkan manusia lupa dengan hidup yang begitu singkat ketika di dunia sehingga berakhirnya hidup di dunia, tetapi ibadah yang didapatkan sangat sedikit.

Bekal apa yang harus dibawa ketika kembali kepada Allah jika waktu itu terkuras untuk memenuhi nafsu perut saja, yaitu dunia. Padahal, dunia itu menipu kita, terlihat seperti manis, tetapi menyebabkan kita semua larut dalam dunia.

Salah satu ciri manusia yang cinta dunia, yaitu manusia yang terus menumpuk hartanya menjadi lebih banyak lagi. Tidak pernah rasa puas dengan apa yang telah didapatkannya.

Apalagi, jalan yang ditempuh untuk mendapatkan dunia dengan jalan korupsi sehingga dapatlah harta yang bukan lagi haknya.

Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda, “Celakalah orang yang mengabdi kepada dinar, orang yang mengabdi kepada dirham, dan orang yang mengabdi kepada perut. Jika diberi ia merasa puas dan seneng, jika tidak diberi ia merasa jengkel.

Dia benar-benar celaka dan terjungkir serta tidak mampu mencungkil duri yang menancap ditubuhnya (yakni selalu tersiksa batinnya). Sungguh beruntung orang yang memegang tali kudanya dalam berjihad di jalan Allah dengan rambutnya yang kusut dan tubuh berdebu. Apabila ia ditugaskan digaris depan ia menjalankan tugasnya dengan baik dan apabila ia ditugaskan di garis belakang, ia pun melaksanakan tugasnya dengan baik pula.

Apabila minta izin, ia tidak dizinkan dan apabila minta tambahan pasukan untuk menemaninya, permintaannya tidak dikabulkan (meskipun demikian ia tetap terus bertempur karena Allah)."

Kemudian dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Anak adam itu akan menua, namun masih terasa muda dalam dua hal, yaitu keinginan terhadap usia (yang panjang) dan keinginan (banyak) harta. ( HR At Tirmidzi).

Hadis di atas memberikan makna, ibadah itu tetap utama dilakukan di atas segala-galanya, termasuk kehidupan dunia. Dalam beribadah juga tidak hitung-hitungan, apalagi menghitung berapa banyak yang harus dibayar dalam bentuk uang.

Hasil dari ini tidak lagi berkah hasilnya. Banyak di antara kita menjadi pejabat, tetapi bertujuan untuk mendapatkan dua hal, yaitu jabatan untuk mendapatkan uang. Buktinya, pejabat tidak akan mau jika tidak dibayar, tetapi anehnya sudah dibayar sebagai pejabat juga tidak amanah dalam menjalankan tugas. Wallahu a'lam.

Sunday, March 29, 2015

Pengajian Dhuha Minggu Masjid Al Fajar

9 Pintu Masuk Syaitan :

1. Amarah ( Ghodob )
2. Denki (Hasad )
3. Nafsu ( syahwat )
4. Buruk Sangka ( Su'uzh-dhon )
5. Suka Mengeluh
6. Suka dipuji ( Riya )
7. Tergesa-gesa ( Putus asa dari rahmat Allah swt )
8. Kikir, karena ia merupakan pintu kerusakab
9. Ujub dan kesombongan.

4 Syarat tidak digoda Syetan :
1. Dekat kepada Allah
2. Bekerja keras
3. Ikhlas
4. Tawakal.

Simak Beberapa Kemuliaan Kaum Wanita Yang Diberikan Allah :

1. Seorang Wanita yang saleh lebih baik daripada 70 orang wali atau pria saleh. Tetapi seorang wanita yang bobrok akhlaknya lebih buruk daripada seribu pria yang buruk akhlaknya.
2. Seorang istri yang pandai menghibur suaminya yang sedang dalam keadaan gelisah, ia akan mendapatkan pahala separuh dari pahala jihad.
3. Seorang wanita yang sedang hamil, lalu dia menjalankan shalat 2 raka'at maka kebaikan yang diterimanya lebih baik dari pada 80 raka'at shalat wanita yang tidak hamil.
4. Seorang wanita yang meninggal dunia dalam rentang waktu 40 hari setelah melahirkan anak, maka ia akan mendapatkan pahala seperti halnya seorang laki-laki gugur shahid.
5. Jika seorang anak yang menangis pada malam hari dan ibunya tidak memarahinya, bahkan membujuknya, ibu itu akan akan mendapatkan pahala ibadah.
6. Jika pada malam hari seorang wanita tidak dapat tidur karena mengurus anaknya sakit, Allah akan memberinya ganjaran sepadan dengan usaha memetdekakan 20 orang  budak.
7. Seorang wanita yang bangun pada malam hari untuk mengurusi anaknya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan ia akan diberi pahala seperti pahala orang yang mengerjakan ibadah selama 12 tahun.
8. Apabila seoeang wanita menyapu rumahnya sambil berdzikir, Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti menyapu halaman di sekitar Ka'bah.
9. Seorang istri yang memotivasi suaminya untuk berjuang di jalan Allah, dan ia ikhlas untuk menanggung barangkali penderitaan karena ditinggal suaminya, maka Allah akan memasukannya ke syurga 500 tahun lebih awal sebelum suaminya, dan wanita itu menanti di pintu syurga.
10. Seorang wanita yang memerah susu sapi dan diawali dengan kalimat " Bismillaahirrahmaanirrahiim ", maka Allah akan memberikan keberkahan rezeki bagi penduduk rumah tersebut.
11. Seorang istri yang mengerjakan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga amanah suaminya, maka Allah akan memasukannya ke syurga dari pintu mana saja yang ia sukai.
12. Ketika wanita di syurga, semua penghuni syurga akan menemui Allah dengan frekwensi tergantung dari kuantitas dan kualitas amalnya di dunia, tapi bagi seorang wanita yang mengundang hawa nafsu akan diberikan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya oleh Allah SWT..

Pengajian Dhuha  bersama Ustadz H. Salimin Dani MA.
Jam 07.00 wib s/d 09.00 wib.
Minggu 29 Maret 2015 di Masjid Al Fajar Taman Aster  Cikarang-Barat , Bekasi